Rabu, November 26, 2008

JCC with Diabetic Sugar


Ini adalah pesanan dari Ibu Didien dari Semarang untuk ibunda tersayang yang tinggal di Probolinggo. Mintanya cheese cake dengan topping buah "seperti yang di blog". Entah mengapa saya senang lho kalau mendapatkan pelanggan secara on-line. Ada sensasi tersendiri hehehe.

Kue dasar dibuat dengan resep Japanese Cheese Cake yang dipanggang secara steam bake (au bain marie). Ketika diajukan untuk membubuhkan selai buah, Bu Didien mengatakan bahwa sang ibunda menderita diabetes. Kutak-katik resep, dicobalah mengganti gulanya dengan Nulife, diabetic sugar, keluaran Kalbe Farma. Ternyata oh ternyata, gula diabetes ini 2x lebih manis dari gula pasir sehingga dengan takaran gula yang sama, cheese cakenya menjadi lebih manis. Maaf yang sebesar-besarnya kami ucapkan kepada Bu Didien atas hal ini.

Penampilan birthday cake seperti di bawah ini. Toppingnya menggunakan jeruk mandarin kalengan, peach, ceri bertangkai dan kismis. Strawberry selalu pas untuk keik semacam ini tapi sayang stok di Probolinggo sedang kosong. Papan ucapannya dibuat dari DCC yang dituang di atas chocolate transfer sheet motif hati kecil-kecil, tulisannya dengan WCC. Sempat terjadi kecelakaan kecil waktu membuat papan coklat ini karena lempengan pertama patah. Akhirnya diulang lagi dari awal. Pukul 3 pagi cake selesai, pukul 8 pagi sudah sampai di tujuan.

Mudah-mudahan membawa kegembiraan bagi yang berulang tahun dan keluarga.

Paiton, 26 November 2008

Jumat, November 14, 2008

Dicari: Pengelola Manies Bake Shop

Per tanggal 1 Januari 2009, Pak Gunawan Napitu resmi mengundurkan sendiri sebagai pengelola Manies Bake Shop.

Saat ini Koperasi Karyawan PLTU Paiton Unit 5&6 membuka lowongan bagi yang berminat menjadi pengelola. Insentif menarik. Diutamakan mereka yang bertempat tinggal di paiton dan sekitarnya.

Pendaftaran menjadi Pengelola Manies Bake Shop ini dibuka mulai Jum’at, 14 November 2008 dan ditutup pada Senin, 1 Desember 2008.

Jika Anda berminat silakan menghubungi Manajer Koperasi (Bapak Eko) melalui email eko@kopkar56.com atau telpon 0335-773777. Atau bisa juga melalui email rotimanies@gmail.com.

Sabtu, November 01, 2008

Simple Cheese Cake

Setelah sukses dengan JCC minggu kemarin, Manies mencoba membuat cheese cake dengan cheese cream "palsu". Disebut palsu menggunakan keju cheddar yang dilarutkan dengan susu cair dan butter sampai menjadi krim. Rasanya? Alamak! Kejunya nendang banget, lebih kuat dibandingkan dengan cheese cream jadi. Teksturnya lembut tapi tidak rapuh. Pak Gunawan berkomentar kenyalnya simple cheese cake ini mirip dengan "susu kerbau" (makanan eksotik yang dibuat dari susu kerbau, diolah sedemikian rupa sehingga menggumpal mirip tahu / tofu, saat ini sudah jarang ditemui). Hehe, ada-ada saja.

Penampilan simple cheese cake ini tidak jauh berbeda dengan JCC, sama-sama dipanggang dengan teknik au bain marie. Bagi saya, lebih mudah memanggang dengan oven tangkring dibandingkan dengan oven listrik karena luasan oven yang lebih besar memungkinkan waktu panggang yang lebih pendek.

Untuk Anda penyuka rasa keju dan berminat mencoba, ini dia resepnya..............

Simple Cheese Cake
Resep dari Elly (Aljo's Mom)
Dimodifikasi oleh Shirley














Loyang: 18cm, bulat (untuk adonan) + loyang untuk air rendaman
Waktu memanggang: 55 menit, 160 °C


Bahan-bahan:
Bahan I:
130 gram Susu cair (Ultra)
40 gram Butter (Anchor unsalted)
125 gram Cheddar cheese (Qeju Keju)

Bahan II:
20 gram Tepung terigu
15 gram Maizena
2 buah Kuning telur
1 sdt Air jeruk (sedikit saja, untuk mengurangi aroma telur)

Bahan III:
3 buah Putih telur
80 gram Gula pasir
¼ sdt Cream of tar-tar

Bahan IV:
1 sdm Selai aprikot (boleh diganti selai strawberry atau blueberry)
1 sdm Air matang
Strawberry / peach / orange/ kiwi, sesuai selera

Cara membuat:
1. Siapkan loyang 18cm, olesi dengan mentega, lapisi dengan kertas roti, olesi sekali lagi dengan mentega hingga rata. Lapisi bagian luar loyang dengan aluminium foil, pastikan loyang kedap air. Siapkan loyang untuk air rendaman, isi dengan air sampai 1/4-nya (saat memanggang ketinggian air tidak boleh melebihi 1/3 tinggi loyang adonan).

2. Campur mentega, susu cair, dan keju cheddar yang sudah dipotong2 kecil (Bahan I) dalam panci kecil, panaskan di atas api sambil diaduk2 hingga semua bahan meleleh dan menyatu. Jaga supaya krim tidak sampai gosong. Jika perlu, matikan api sementara krim diaduk2. Catatan: agak susah membuat keju cheddar cair benar. Selama potongan keju sudah cukup halus dan tercampur rata dengan susu dan mentega, tidak apa-apa membiarkan krim agak bergerindil.

3. Dalam keadaan krim masih hangat, ayak terigu dan maizena (Bahan II) ke dalamnya. Aduk hingga rata. Masukkan kuning telur. Masukkan air jeruk. Pastikan semua bahan menyatu.

4. Masukkan loyang berisi air ke oven, nyalakan oven dengan suhu 160 °C. Jika Anda menggunakan otang & tidak punya termometer (seperti saya), nyalakan api kecil saja, asal api birunya menyentuh dasar oven.

5. Kocok putih telur, gula pasir dan cream of tar tar hingga 'soft peak' saja (jangan sampai terlalu kaku lho). Masukkan kocokan ini ke adonan. Aduk hingga rata benar. Tuang adonan ke dalam loyang.

6. Cek loyang apakah sudah cukup hangat. Air rendaman tidak perlu sampai mendidih / bergolak, cukup sampai ada gelembung2 kecil di dasar loyang. Letakkan adonan loyang di atasnya. Penampilan pemanggangan dengan cara au bain marie kira-kira begini.

7. Panggang selama 50 menit. Tes dengan tusuk gigi. Jika masih kurang matang, bisa ditambahkan 5-10 menit lagi. Saat matang, permukaan cheese cake tetap kuning (tidak coklat) dan ada semu keemasan.

8. Dalam keadaan hangat, langsung balik adonan. Supaya tidak lengket, gunakan selembar serbet kering untuk membalik. Pelan-pelan ya, karena cheese cake ini lembuuut sekali.

9. Penyelesaian: hangatkan selai aprikot dengan air matang di atas kompor (asal hangat dan bisa diaduk). Olesi permukaan cheese cake dengan selai, hias dengan buah-buahan sesuai selera.

Kamis, Oktober 30, 2008

Japanese Cheese Cake with Fruit Topping

A good friend of mine said last week that he wanted to surprise his loved one with a birthday cake that is 'light -not rich-'. The clue is 'light'. He proposed Angel Food Cake, oh My God, I had no idea what AFC was. What about this- I showed him the picture of JCC, no buttercream, not fatty. Alright. So it's a deal.

Honestly, that was the first cheese cake I made. Eventhough I looovvee cheese, before I did not have the guts to bake this Japanase Cheese Cake. Why? Because this cotton cake, although famous, is not so easy to make. Some fellas tried to make one and ended up with mild failure (there is no hard failure, JCC still tastes good when things go wrong ;-) ). There are some tips & tricks that you'd better follow if you want to successfully create this puffy, moist and super duper delicious cheese cake. Rather than using the conventional baking technique, JCC is baked au bain marie ....... the baking pan is immersed inside another baking pan which is soaked with hot water. The intention is to make the surface smooth and soft, no ugly crack. No idea what I am talking about? Check this and this out.

The result? Not perfect (some accidents happened in the process, including mixing the flour with the yolk first instead of with the cheese scream), but I would say the final look was tempting.


The happy birthday wishes were written using white chocolate on a piece of dark cooking chocolate. I used peach, strawberry and green cherry as topping. Final touch: apricot glaze.

Slurrp! Wanna a bite?

TCCC with Edible Image


Hari Selasa 21 Oktober, Manies menerima pesanan istimewa dari Uni Echie seorang anggota milis kuliner di Cilacap. Permintaannya: kue TCCC dengan imbuhan edible image, dikirim sebagai hadiah ulang tahun untuk sang kakak yang berada di Paiton.

Saya selalu merasa senang dengan pesanan unik semacam ini, ada perasaan istimewa karena terlibat dalam suasana bahagia sesama. Di samping perasaan girang, ada juga sedikit rasa kuatir. Pertama, karena edible image harus diorder dari Surabaya sementara waktu pemesanan agak mepet (buat Mbak Vivi Lezat, thanks berat untuk bantuannya ya) . Kedua, Manies sedang sibuk memenuhi pesanan 2000 potong roti (roti kacang ijo, pisang coklat dan choco bun) untuk acara Fun Bike Hari Listrik Nasional yang diadakan pada minggu yang sama. Terakhir, pada hari yang sama Manies juga menerima orderan untuk BDCK JCC (Birthday Cake - Japanese Cheese Cake). Namun begitu, yang namanya amanah tentu saja dijalankan dengan sebaik-baiknya.

Istilah TCCC dipopulerkan oleh food blogger bernama Teh Uceu. TCCC adalah Triple Choco Caramel Cake, kue coklat yang dilumuri simple syrup, karamel, dan ganache. Rasanya? Pastinya enak banget yaa ..... Nyoklat gitu loh.

Mengkombinasikan TCCC dengan edible image membutuhkan teknik tersendiri. Untuk menyiasati edible yang ternyata gede banget (18 cm untuk keik 24 cm), akhirnya ucapan ultah ditempel ke kepingan coklat putih dan dipasang berdiri. Dekorasi terdiri dari strawberry, cherry hijau bertangkai dan coklat bubuk diayak.

Penampilan terakhir adalah sebagai berikut.


Sesuai dengan pesanan, BDCK ini diantar pukul 22 malam. Untung Pak Satpam yang menjaga perumahan sangat kooperatif :)))

So .... semoga suka dengan kuenya ya .....

Ingin memberikan kejutan untuk yang terkasih? Mengapa tidak mengirimkan kue dengan gambar dan pesan yang unik dan lucu? Hubungi kami di rotimanies@gmail.com, atau telpon ke flexi 0335-7646252.

Rabu, Oktober 29, 2008

Promosi: Parcel Natal 2008 & Tahun Baru 2009


Manies Bake Shop sudah mulai menerima pesanan kue kering dan kue tart untuk perayaan Natal 2008 dan Tahun Baru 2009. Tersedia berbagai macam pilihan:
a) Parcel Kue Kering, pilihan: kukies semangka, sagu keju, semprit, nastar, putri salju, kastangel, kacang coklat, kukies bintang spekulas atau kue kering lain sesuai pilihan Anda, masing-masing dikemas dalam toples 400 gram. Harga mulai dari Rp 300,000.
b) Parcel Kue Kering Plus, isi sama dengan Parcel Kue Kering dengan tambahan minuman ringan, biskuit kalengan, permen / candy bar. Harga mulai dari Rp 500,000.
c) Parcel Desember Ceria, isi sama dengan Parcel Kue Kering Plus dengan tambahan tea set menarik dan coklat yang dikemas secara cantik. Harga mulai dari Rp 750,000.
d) Parcel Tahun Baru Gemilang, isi sama dengan Parcel Desember Ceria dengan tambahan juicer merek Philips (electronic appliance bisa diganti sesuai permintaan). Harga mulai dari Rp 1,250,000.
e) **NEW** Jumbo Cake dengan Edible Image. Pilih rasa cake yang Anda inginkan (coklat, cheese, strawberry, mocca) lalu bubuhkan Logo Perusahaan, Foto, Pesan Promosi, Logo Partai, Logo Kelompok Otomotif, Tokoh Kartun, personalized message atau apa pun yang Anda inginkan di atasnya. Unik dan tidak bisa disamai oleh orang lain!

Tidak menemukan apa yang Anda sukai? Hubungi kami untuk melakukan pemaketan yang lebih personal dengan harga sesuai anggaran Anda.

Jadi tunggu apa lagi. Jika Anda membutuhkan parcel / kue untuk dikirim ke rekanan bisnis atau kerabat, manfaatkan jasa kami. Hubungi: GUNAWAN NAPITU, email: rotimanies@gmail.com, flexi: 0335-7646252 atau HP: 081336876375.

GRATISSS ongkos kirim untuk kawasan Paiton dan sekitarnya!

Sabtu, Oktober 18, 2008

A Tribute to Ruri: Chiffon Ketan Item

A Tribute to Ruri .... sebuah gerakan mencoba dan melestarikan resep-resep yang dimuat almarhumah Ruri baik di blognya maupun di berbagai media yang lain. Sudahkah Anda berpartisipasi?

Dalam kesempatan yang istimewa ini, saya memutuskan untuk mencoba resep Chiffon Ketan Item. Mengapa yang ini? Stok tepung ketan item kebetulan sedang berlimpah. Saya sudah mencoba resep bolu kukus ketan item dan menyukai rasanya, paduan ketan item & santan menghasilkan citarasa yang gurih seperti bubur ketan item. Baru-baru ini di milis saya juga baru belajar teknik membalik loyang chiffon dengan bantuan mulut botol. Rasanya tepat sekali jika Manies Bake Shop menyajikan keik yang dipopulerkan oleh alm. Ruri ini (modifikasi dari chiffon pandan karya Ibu Fatmah Bahalwan).

Resep di bawah dikopi apa adanya, semoga menunjukkan gaya tulisan beliau yang riang dan peduli pada detil. Manies menambahkan beberapa keterangan dan gambar untuk mempermudah penjelasan pembuatan.


Chiffon Ketan Item
Modified by Ruri


















Bahan 1:
200 ml putih telur ~ sekitar 5 butir
125 gr gula pasir
½ sdt garam

Bahan 2:

5 butir kuning telur
100 ml santan kental (Kara)
75 ml minyak sayur
150 gr tepung ketan item ~ diayak

Caranya:

1. masukin tepung ketan item kedalam wadah, buat lubang ditengahnya
2. tuang kuning telur, minyak sayur dan santan
3. aduk searah pake whisk sampe jadi adonan yang kental, pastiin si tepungnya larut semua ya, jangan sampe ada yang mringkil mringkil
4. campur putih telur, gula pasir dan garam
5. kocok campuran putih telur dengan mixer kecepatan tinggi sampai kental
6. campurin adonan putih telur ke dalam adonan tepung, aduk pake spatula sampe tercampur rata, jangan sampe masih ada adonan putih telur yang misah ya
7. tuang ke loyang chiffon yang tidak dioles sama sekali, bagian dasarnya boleh dialasi kertas roti
8. panggang dalam oven suhu 180° C selama ± 50 menit
9. setelah matang, keluarkan dari oven, langsung tunggingin si loyang sampai dingin (Manies: bisa dengan bantuan mulut botol, lihat contohnya di bawah), baru keluarin chiffonnya


Tips & Trick from Ruri:

- yang triky di chiffon adalah manggangnya, cek dengan cara pegang permukaan cake, kalo permukaan cake masih berasa bunyi kreess.... kayak yang ada busanya tuh, nah itu belon cukup mateng, panggang lagi sampai kalo permukaannya diteken dia akan naek lagi
- eh iya, waktu ngecek gini, cakenya jangan diangkat dari rak oven ya, jadi masih diatas raknya ajah

- terus, begitu keluar dari oven, langsung ditunggingin ya, jangan ditunggu dulu, dijamin bakal mimpes dengan suksesnya


Manies: Ini nih gambarnya loyang yang ditunggingkan, semoga membantu bagi yang bingung.


- waktu ngeluarin cake, selipin pisau panjang yangtipis yang tajem di antara cake n loyang, jalanin muterin loyangnya, jangan naek turun ya, ntar pinggiran si chiffon jadi rompal rompal
- kalo cakenya masih lengket ke dasarnya, pake cara yang sama


Epilog:

Saya belum pernah bertemu, berbicara lewat telpon, ataupun sekedar bertukar email dengan Ruri Hujiansyah. Ketika aku mulai bergabung di NCC pun, Ruri sudah tidak aktif lagi menjadi admin milis meski menurut teman-teman beliau masih sesekali muncul dalam berbagai acara di Jakarta. Karenanya, saya tidak bisa berkata bahwa saya kenal dengan beliau selain sebagai pencipta Kue Tulang.

Agustus 2008, milis mengabarkan kabar dukacita: Ruri meninggal dunia. Tidak ada penjelasan mengenai penyebab kepergiannya. Ratusan email belasungkawa yang mengalir membuat saya penasaran: siapa sih Mbak Ruri ini, dan mengapa beliau meninggal. Teman-teman milis yang saya kirimi email tidak kunjung memberikan keterangan yang memuaskan. Perlahan-lahan fakta mulai terkuak. Adanya kanker yang menyerang payudara, kelenjar getah bening, otak dan paru-paru. Cinta seorang wanita kepada suami dan kedua putrinya (Abit & Fira) yang sungguh besar, yang melampaui kecintaannya pada diri sendiri dan kehidupan yang fana. Air susu yang dia kucurkan demi sang buah hati, bahkan meski itu berarti penundaan bagi perawatan penyakitnya. Sungguh luar biasa!

Pengembaraan saya di jagad internet membawa saya ke blog Uti Brata, Dewi Anwar, Riana Ambarsari, keluarga, teman dan banyak orang-orang lain yang disentuh secara istimewa oleh Ruri di masa hidupnya. Betapa indahnya .... bahkan saat nyawa sudah tak lagi dikandung badan, ilmu dan kebaikan yang ditaburkan almarhumah tetap berjejak dan membawa keindahan bagi sesama.

So here it is. Posting sebagai tribute untuk Ruri, salah seorang pakar kuliner yang ceria dan baik hati.

Jumat, September 19, 2008

Kue Cokot

Kukies ini nama aslinya Oatmeal Cookies tetapi karena bahannya menggunakan cokelat & oat, lebih enaknya disebut Kue Cokot aja ya, hehe.
Dalam bahasa Jawa, "cokot" artinya "gigit". Cocok sekali dengan tekstur kukies ini: renyah, chewy, tidak terlalu manis, sehat karena mengandung oat. Nyam nyam banget untuk dikunyah-kunyah saat bersantai, ditemani segelas susu atau secangkir teh. Isiannya bisa diganti-ganti sesuai selera, choco chip diganti kismis, kacang tanah , almond, kenari, dan lain sebagainya.

Mau coba? Ini resepnya.

Kue Cokot
Resep asli oleh Stephanie Jaworski
Adaptasi oleh Riana Ambarsari


Bahan:
113 gram Mentega tawar
54 gram Gula palem
50 gram Gula kastor (gula putih butiran halus)
1 buah Telur ukuran besar
1 sdt Vanila ekstrak
140 gram Tepung terigu serbaguna (saya pakai segitiga biru)
3/4 sdt Soda kue
1/4 sdt Garam
130 gram Oat (saya pakai wholegrain rolled oat, bukan quick cooking)
65 gram Chocolate chips
30 gram Almond

Cara membuat:
1) Panaskan oven dengan suhu 180 deg C. Alasi loyang dengan kertas roti.
2) Kocok mentega, gula dan garam hingga lembut. Masukkan telur dan vanila ekstrak, kocok rata. Turunkan kecepatan mikser, masukkan tepung, soda kue dan oat. Kocok sebentar hingga rata lalu matikan mikser.
3) Masukkan choco chip, aduk rata.
4) Cetak adonan ke atas loyang, tekan sedikit supaya pipih. Letakkan almond di atasnya.
5) Panggang selama 12-15 menit. Semakin lama dipanggang, makin besar peluang mentega mencair meninggalkan adonan dan menimbulkan rongga-rongga. Supaya hasilnya chewy, jangan memanggang terlalu lama (kecuali Anda senang tekstur yang kasar / coarse).
6) Angkat dari loyang, dinginkan, lalu simpan dalam wadah kedap udara.

Hasil: ± 18-20 potong.

Misua Goreng


Kami sekeluarga gemar dengan penganan yang satu ini: misua goreng. Rasanya gurih, terdiri dari misua, wortel, ayam, udang dan bumbu-bumbu, dengan kulit dari telur dan tepung roti. Sungguh sedap, apalagi jika dinikmati dengan cabe rawit.
Misua goreng ini sarat dengan dengan kenangan. Ketika masih kecil, untuk menambah penghasilan keluarga ibu saya membuat penganan misua goreng ini untuk dititipkan ke beberapa toko. Ketika menerima pesanan kotakan, misua goreng ini juga menjadi favorit para pelanggan karena rasanya yang gurih dan jarang ditemui, bandingkan dengan kroket atau resoles. Setelah lebih 20 tahun penganan enak ini mati suri, kami memutuskan untuk menghidupkannya kembali bagi para penikmat kuliner di Paiton dan sekitarnya.

Sepotong misua goreng bisa dinikmati dengan harga Rp 2000. Untuk pemesanan, hubungi Manies Bake Shop di 0335-771676 atau flexi 0335-7646252.

Sabtu, September 06, 2008

Baker's Percent

Jika kita membuat roti/ kue cukup sering, kemungkinan kita sudah hafal berapa banyak terigu, gula, ragi dan bahan-bahan lain yang diperlukan untuk menghasilkan produk dengan berat dan jumlah tertentu. Bagaimana jika kita hanya sesekali melakukannya dan mendapatkan pesanan dalam jumlah banyak, 5.000-10.000 potong misalnya. Tanpa pengetahuan yang memadai, jangan-jangan bahan yang kita pakai terlalu sedikit, atau malah berlebih sehingga menjadi mubazir. Atau yang lebih berbahaya, perbandingan antar bahan berubah sehingga citarasa berubah dan akhirnya pelanggan kecewa.

Di dunia per-baking-an dikenal istilah Baker's Percent. Untuk mudahnya baker's percentage adalah perbandingan berat masing-masing bahan pembuat roti terhadap terigu. Terigu selalu = 100%. Jika ada campuran terigu protein tinggi dan sedang, 100% sama dengan jumlah keduanya.

Misal resep mengatakan:
- terigu = 100 gram,
- gula = 4 gram,
- susu = 4 gram,
- ragi = 2 gram,
- air = 60 gram,
- garam = 1 gram,
- shortening = 4 gram.





Maka baker's percentnya adalah sbb:
- terigu = 100%,
- gula = 4%,
- susu = 4%,
- ragi = 2%,
- air = 60%,
- garam = 1%,
- shortening = 4%.
Total = 175%.

Perlu dingat prosentase yang digunakan berbeda dengan hitungan matematis biasa. Baker's percent pasti > 100%! Ya iyalah, terigunya saja kan sudah 100%.

Apa gunanya mengetahui baker's percent? Selain untuk menghitung perbandingan bahan secara cepat dan mengetahui jumlah total bahan yang kita butuhkan, baker's percent juga bisa digunakan untuk "menyembunyikan" formula resep rahasia kita. Tentu saja, asal yang mencontek bukanlah seorang baker juga :))

OK, untuk mudahnya kita bikin saja soal ceritanya ya.
1) Ada pesanan roti tawar sebanyak 27 potong, masing-masing seberat 500 gram. Sengaja saya pakai angka ganjil supaya menghasilkan angka yang unik. Berarti total bahan = 27 x 500 gram = 13.500 gram. Hmm, gampang ya!

2) Diketahui baker's percent sbb:
Tepung protein tinggi = 100%
Ragi instan = 1,5%
Air = 62%
Gula = 5%
Garam = 1,7%
Susu skim = 2%
Shortening = 4%
Margarin = 8%
Bread improver = 0,3%
Total = 184,5%
(catatan: saya menggunakan resep BBC - Bogasari Baking Center. Sampai sini belum bingung kan?)

3) Nah, berapa jumlah terigu yang harus kita siapkan? Total berat adonan = 13.500 gram. Berat terigu = (100 dibagi 184,5) dikali 13.500 = 7.317 gram. Kita bulatkan saja ke atas menjadi 7.320 gram. Maka, 7.320 gram inilah yang menjadi dasar (baker's percent = 100%).

4) Berat bahan-bahan lain berapa ya?
Ragi instan = 1,5% x 7.320 = 109,8 gram
Air = 62% x 7.320 = 4.538,4 gram
Gula = 5% x 7.320 = 366 gram
Garam = 1,7% x 7.320 = 124,44 gram
Susu skim = 2% x 7.320 = 146,4 gram
Shortening = 4% x 7.320 = 292,8 gram
Margarin = 8% x 7.320 = 585,6 gram
Bread improver = 0.3% x 7.320 = 21,96 gram
Total bahan-bahan lain = 6.185,4 gram
Total terigu + bahan lain = 7.320 + 6.185,4 gram = 13.505,4 gram.

Ahh, ternyata tidak terlalu rumit ya!

Jumat, Agustus 29, 2008

Puding Putri Kaca

Awal Ramadhan begini pengennya makan jajan tradisional, apalagi yang masih diolah di dapur tradisional alias bukan buatan pabrik. Setiap orang pasti punya kenangan dari masa kecilnya, termasuk saya. Salah satu makanan khas yang saya rindukan adalah: puding putri kaca. Ini adalah makanan khas dari Banjar, terbuat dari agar-agar dengan isi di tengahnya, dibungkus dengan daun pisang yang dilipat seperti bungkus botok. Mengapa dinamakan putri kaca? Karena bagian isinya dibungkus dengan agar-agar berwarna bening seperti kaca. Membuatnya mudah sekali. Berikut resepnya.

Puding Putri Kaca
Resep asli oleh Evenna Chang

Bahan agar-agar:
1 bungkus agar-agar warna putih
150 gram gula
450ml air (saya tambahi sampai 900ml, tetap bisa keras cuma manisnya jadi berkurang)

Bahan isi:
6 butir telur (saya pakai 5 butir saja dan ternyata jadinya sudah cukup banyak)
1 ons kelapa parut (saya ganti santan 50ml)
100 gram gula merah
150 gram gula pasir
1 sdm tepung beras
1 lembar daun pandan
Untuk bungkus: daun pisang yang sudah dibersihkan dan dibiarkan semalam atau dijemur supaya lemas dan potongan-potongan lidi.

Cara membuat:
1. Bahan-bahan berikut dikocok: telur, kelapa parut (atau santan), daun pandan, gula merah dan gula pasir. Saring. Tambahkan tepung beras ke dalam adonan, aduk. Letakkan di wadah, kukus selama 15-20 menit hingga matang. Angkat, dinginkan, lalu potong-potong sesuai selera (sekitar 3cm x 3cm x 2 cm).
2. Rebus: agar-agar, gula dan air. Setelah mendidih, dinginkan sedikit hingga agak kental. Siap dituang ke daun pisang.
3. Letakkan sepotong adonan di tengah-tengah daun pisang, tuangi dengan agar-agar, sematkan lidi. Dinginkan. Jika ada kulkas, bisa dimasukkan kulkas dulu.
4. Siap dihidangkan. Satu resep bisa menjadi 10 bungkus.

Jika mau praktis, bisa saja dicetak di wadah puding. Saya pribadi lebih suka kemasan yang tradisional karena asyik aja ngorek2 sisa agar-agar di sela-sela daun pisangnya. Lebih menantang, hehehe.

Kalau tidak ada halangan, dessert ini akan ditampilkan juga di Pasar Ta'jil Ramadhan Pasar Paiton. Sampai jumpa dan silakan mencicipi.

Kamis, Agustus 28, 2008

TBK (Toko Bahan Kue)

Jika membutuhkan bahan-bahan kue dan roti yang lengkap, dari Paiton ada empat arah yang bisa dituju: ke Probolinggo, ke Jember, ke Malang atau ke Surabaya. Yang mana yang paling lengkap? Surabaya tentu saja, mengingat kota ini adalah salah satu kota metropolis di Indonesia. Untuk Anda yang memerlukan informasi TBK, berikut adalah beberapa alternatif.

1) Toko HMS, Jalan Trunojoyo No. 59, Jember

Telpon: 0331-412288 / 410678

Buka Senin-Sabtu mulai pukul 8 s.d. 19, khusus Minggu mulai 8 hingga 13 saja.

Kesan: relatif lengkap untuk kota kecil, lebih lengkap daripada sejenisnya di Probolinggo. Wajar saja, di Jember jumlah UKM yang bergerak di bidang pembuatan roti & kue banyak bangett.


2) Toko Delapan, Jalan Pucang Anom Timur No. 8, Surabaya

Telpon: 031-5015877

Buka: Setiap hari, untuk Sabtu-Minggu buka 8 s.d. 13, dilanjut 17 s.d. 21

Kesan: variasi loyangnya banyak, mau pilih model bermacam-macam boleh saja. Kecuali untuk cetakan coklat arabes yang motifnya mirip batik itu, di sini tidak ada (wajar, di toko lain pun susah dapatnya). Toko ini punya cabang di Jalan Margorejo, satu lokasi dengan ruko yang ditempati oleh TBK Arvian.


3) Toko Sinar Yong, Jalan Kedungdoro No. 24-26, Surabaya

Telpon: 031-5343435/ 5345379/ 5311110

Faks: 031-5315943

Buka: Senin sampai Sabtu

Kesan: posisinya strategis. Jika berbelanja diantar suami, istri bisa berlama-lama di Sinar Yong ini sementara suami melihat-lihat aksesoris mobil di berbagai toko sepanjang Jalan Kedungdoro ini. Dua-duanya jadi senang...


4) Toko Arvian, Ruko Margo Raya Kav. 15, Jalan Margorejo Indah XIV Block C No. 603, Surabaya
Telpon: 031-8436100
Buka: Setiap hari
Kesan: nyaman, bersih, ber-AC. Ada beberapa produk Wilton di sini. Bagus-bagus tapi agak mahal (bisa dibayangkan mengapa). Di sini jual tepung ketan item yang bisa dibuat chiffon, bolkus, semprit de el el itu.

5) Toko Arlisah, Jalan Urip Sumoharjo No. 86, Surabaya
Telpon: belum tahu
Buka: setiap hari kecuali Minggu libur
Kesan: nuansa zaman dulunya kental. Di sini fokus jualnya alat-alat "perang" seperti kompor Hock, oven tangkring (yang diletakkan di atas kompor itu), de el el.

6) Toko Juli, Jalan Raya Panglima Sudirman 118, Probolinggo

Telpon: 0335-421062

Buka: Senin s.d. Sabtu (½ hari), Minggu tutup.


7) Toko FW, Jalan Raya No. 58, Paiton, Probolinggo (Sebelah Koramil)

Telpon: 081333639888 (Hok)
Kesan: banyak barang, terlalu sedikit penjaga. Namun pilihan plastiknya lumayan bervariasi. Lagian, si Oom ini salah satu pelanggan setia brownies panggangnya Manies hehe. Jika butuh rantang plastik atau berbagai pernak-pernik nasi/ kue hantaran, di sini lumayan juga.

Senin, Agustus 25, 2008

Pasar Ta'jil Ramadhan 2-27 September 2008


Tak terasa Ramadhan sudah di depan mata.
Saatnya berpuasa dan beribadah, mempersiapkan diri kembali fitri.



Mencari hidangan berbuka dan sahur? Pasar Ta'jil Ramadhan bisa menjadi salah satu alternatif. Lihat promosinya di bawah ini. Pasar ta'jil ini bakal berlokasi di depan Pasar Paiton. Mudah-mudahan suatu hari bisa menjadi tradisi, seperti pasar wadai di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.






Minggu, Agustus 24, 2008

Brownies Panggang ala Manies


Banyak gadis berwajah manis, cuma satu yang suaranya indah
Banyak bakul berjual brownies, cuma dari Manies yang pas di lidah.

Untuk penyuka coklat, ini produk yang wajib dicoba. Hot item kami: "Brownies Panggang". Garing di luar, tapi lembab dan empuk di dalam. Dengan taburan kacang almond dan choco chip, brownies buatan Manies ini benar-benar merupakan kudapan yang uenaakk tenan. Berbagi dengan teman??? Hmm, beli lagi aja deh. Habis susah berhenti sih. Remah-remahnya aja enak.

Disajikan dalam mika plastik transparan. Melayani juga pembelian seukuran loyang berbagai besaran. Hubungi kami untuk detil pemesanan: 0335-771676.

Pizza ala Manies


Tidak ada alasan mengapa orang Paiton tidak bisa makan pizza. Sudah pernah mencoba produk andalan Manies Bake Shop yang satu ini? Pizza ala Manies. Jika Pizza Hut memiliki ciri khas rotinya tebal sementara pizza Itali tipis dan garing, Pizza ala Manies memiliki cirinya sendiri: empuk, tipis, dengan pinggiran renyah. Toppingnya lengkap: saos, sosis, paprika, bakso, jamur, keju mozarella, cheddar. Duhh, jadi lapar ya ..... Produk ini adalah salah satu produk unggulan Manies yang biasanya paling cepat habis di acara-acara bazaar. Nggak menyalahkan sih, siapa yang tahan godaan rasanya. Jika Anda berminat mencoba, silakan kunjungi toko kami di hari Kamis atau Jumat. Lokasi toko persis berhadapan dengan kantor Kecamatan Paiton (sebelah Warung Putih). Harga: murah bangett, hanya Rp 5.000. Heran kan?? Yuk, makan pizza...